Showing posts with label palestina. Show all posts
Showing posts with label palestina. Show all posts

Friday, 2 January 2009

Save our Palestine, bumi para nabi...

Ada berita apa hari ini??

Menyedihkan dan memilukan… kata itu yang ada di otak gw pas gw ngeliat berita hari ini.

Masih seputar konflik timur tengah. Palestina…

Pas gw lihat tuh berita, ya ampun ya Israel itu tak punya hati.

Ratusan warga sipil jadi sasaran dan yang lebih menyayat hati anak-anak tak berdosa, ibu-ibu dan para wanita juga jadi korban. Apakah itu adil?? Israel juga memblokade bantuan-batuan untuk warga palestina. Ampun deh…


Ada apa dengan Palestina?

Palestina yang di dalamnya terdapat Al-Quds adalah tanah waqaf umat Islam, yang telah mereka warisi sejak lebih dari 6.000 tahun. Hal ini karena Ibrahim a.s. bukanlah seorang Yahudi dan bukan pula Nashrani, tetapi seorang yang hanif dan muslim; dan beliau tidak musyrik pada Allah. [Ali Imran (3): 67].

Palestina dalam Perspektif Sejarah

Dilihat dari sudut pandang sejarah, Zionis Israel Yahudi tidak memiliki akar sejarah sebagai penduduk asli Palestina. Kedatangan mereka ke tanah Palestina pada permulaan akhir periode sebelum lahirnya Isa bin Maryam sampai permulaan masehi bukanlah sebagai pemilik, tetapi sebagai imigran dari Mesir. Begitu juga kedatangan mereka ke tanah Palestina saat ini yang berujung pada kolonialisasi. Sebelum masuknya bangsa Israel, Palestina telah dihuni oleh bangsa Kanaan yang merupakan nenek moyang bangsa Arab Palestina saat ini. Ini disebutkan dalam Kitab Bilangan XIII ayat 17-18, “Maka Musa menyuruh mereka mengintai tanah Kanaan… dan mengamat-amati keadaaan negeri itu; apakah bangsa yang mendiaminya kuat atau lemah, apakah mereka sedikit atau banyak.”

Pernyataan serupa juga diceritakan dalam Al-Qur’an. Bahkan Al-Qur’an menyebutkan bahwa bangsa Israel itu tidak layak atas tanah Palestina karena perilaku mereka sendiri.

Musa berkata, “Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan bagimu (selama kamu beriman). Dan janganlah kalian lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kalian akan menjadi orang-orang yang merugi”. Mereka berkata, “Hai Musa, sesungguhnya di dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa (bangsa kanaan). Sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar. Jika mereka keluar, pasti kami akan memasukinya.” Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut kepada Allah yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya, “Serbulah mereka melalui pintu gerbang kota ini. Maka bila kalian memasukinya, niscaya kalian akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kalian bertawakkal jika kalian benar-benar beriman.” Mereka berkata, “Hai Musa, sekali-kali kami tidak akan memasukinya selamanya selagi mereka ada di dalamnya. Karena itu, pergilah kamu bersama Tuhanmu dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya akan duduk menanti di sini saja.” Berkata Musa, “Ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara aku dan orang-orang yang fasik itu.” Allah berfirman (jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun. Lalu, selama itu mereka berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu, maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang fasik itu. [Al-Maidah (5): 21-26].

[Al-Maidah (5): 21-26].

Dalam sejarah Palestina, negeri itu pernah jatuh ke tangan Bangsa Israel pada permulaan Masehi. Pertempuran mereka dengan penduduk asli Palestina tercatat dalam kitab Samuel I, bab 13 dan 14 yang mengisahkan strategi Saul dan Yonatan yang menyerbu Michmas. “…Orang Filistin berkemah di Micmash… dan di antara pelintasan bukit-bukit yang dicoba Yonatan menyeberanginya ke arah pasukan pengawal Filistin… dan kekalahan yang ditimbulkan Yonatan dan pembawa senjatanya, besarnya kira-kira dua puluh orang dalam jarak kira-kira setengah alur dari pembajakan ladang.”

Namun, pada tahun 70 M, kekuasan bangsa Israel itu runtuh seiring kematian Herodes dan masuknya kekuatan Romawi menguasai seluruh Palestina. Sejak itu bangsa Israel menjadi bangsa yang tidak memiliki tanah air dan tersebar di berbagai negara sampai mereka melakukan kolonialisasi kembali atas Palestina pada tahun 1967 M. (Richard Deason. Dinas Rahasia Israel, Jakarta, Yayasan Widya Pustaka: 1986, hal 3-4). Sementara itu, tanah Palestina menjadi tanah wakaf umat Islam pada masa pemerintahan Umar bin Khattab pada abad 7 M setelah Romawi ditaklukkan tentara Islam.

Dalam hukum internasional dinyatakan bahwa yang berdaulat atas suatu wilayah adalah mereka yang pertama kali mendiami wilayah tersebut dan menunjukkan bukti eksistensi mereka atas wilayah tersebut berupa aktivitas dan bukti-bukti fisik yang menunjukkan kedaulatan mereka atas wilayah tersebut. Karena itu, bangsa Kanaan yang merupakan nenek moyang Arab Palestina saat ini adalah pemilik sah tanah Palestina.

Keistimewaan Palestina (Al Quds) di Mata Umat Islam

Umat Islam memandang Palestina sesuai dengan pandangan ajaran Islam dan sejarahnya yang sangat panjang. Palestina adalah bumi para nabi dimana mereka mengajarkan risalah tauhid kepada umatnya. Tidak ada sejengkal tanah di Palestina, kecuali di sana ada nabi yang shalat menyembah pada Allah dan menyampaikan ajarannya kepada umat. Dari mulai Nabi Ibrahim a.s. dan keturunannya Nabi Ishak a.s., Ya’qub a.s., Yusuf a.s. dan saudara-saudaranya. Kemudian Nabi Daud a.s. dan Sulaiman a.s. Seterusnya, Nabi Musa a.s., Harun a.s., Zakariya a.s., Yahya a.s., dan Isa a.s.

Palestina –di mana masjidil Aqsha ada di sana– merupakan kiblat pertama umat Islam. Ini adalah penghormatan Islam pada Palestina yang memiliki sejarah panjang tempat para nabi dan tempat turunnya wahyu. Rasulullah saw. dan sahabatnya pernah shalat menghadap Al-Masjid Al-Aqsha selama sekitar 16 bulan. Kemudian Allah swt. mengubah kiblat umat Islam ke Masjidil Haram. Dan perubahan itu diabadikan Al-Qur’an. Perpindahan kiblat ini sendiri memiliki banyak hikmah yang banyak dirasakan umat Islam sampai sekarang.

Allah memuliakan Palestina dengan Al-Masjid Al-Aqsha. Masjid ini disamping kiblat pertama umat Islam, juga masjid kedua yang dimuliakan Allah swt. dan tanah suci ketiga setelah Makkah dan Madinah. Rasulullah saw. bersabda, “Kalian tidak boleh mempersiapkan untuk melakukan perjalanan ziarah, kecuali pada tiga masjid; Al-Masjid Al-Haram, Masjid Rasul saw. dan Al-Masjid Al-Aqsa.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Di Masjid Al-Aqsha ini pula Rasulullah saw. melakukan isra’ dan di sini beliau memimpin shalat bagi para nabi dan rasul –suatu simbol bahwa Rasulullah saw. adalah pemimpin mereka. Kemudian dari Masjid Al-Aqsha, Rasulullah saw. melanjutkan perjalanannya menuju Sidratil Muntaha untuk menerina kewajiban yang paling agung, yaitu shalat lima waktu.

Disamping tempat ini disucikan oleh Allah swt., tempat ini juga tempat yang diberkahi oleh Allah swt. Keberkahan dari nilai-nilai spiritual karena para nabi menyampaikan risalah di tempat ini, dan keberkahan materi karena kekayaan alam, kesuburan, dan letaknya yang sangat strategis serta alamnya yang indah. “Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjid Al-Haram menuju Al-Masjid Al-Aqsha yang Kami berkahi sekelilingnya.” [Al-Israa (17): 1].

Demikianlah keistimewaan Al-Masjid Al-Aqsa, Baitul Maqdis, Al-Quds di Palestina ini. Maka sudah merupakan kewajiban seluruh umat Islam, bahkan seluruh manusia untuk menjaga dan menyelamatkannya dari berbagai macam penjajahan bangsa-bangsa yang terkutuk, utamanya bangsa Yahudi.

Tapi satu hal yang pasti, Palestina bukanlah tanah kosong tanpa bangsa (the land without nation), bukan pula milik Zionis Israel, sebuah bangsa yang tidak memiliki tanah (the nation without land).

From:http://degreez14allahuakbar.wordpress.com

Jadi gw mau bilang : Save Palestine. Ya Allah berilah saudara kami kekuatan ya Allah...

Kejam… Israel kejam…

Aku berteriak disini Israel kejam

Lalu apakah itu dapat menghentikan serangan zionist itu?

sepertinya tidak...

mereka melukai saudara kami

mereka menghancurkan bumi nabi kami

mereka tak memilih siapa...

mereka tak memilih apa

mereka hanya ingin mengahancurkan apa yang ada

apa yang ada di bumi para nabi...

semuanya, mereka musnahkan...

sungguh kejam...

Allahuakbar!! Hancurkan Israel sampai ke akarnya... semoga hari pembalasan datang untuk mereka yang kejam yang tak memiliki hati...


Wednesday, 31 December 2008

Happy or Sad

Happy new year?? Iya happy lah kan tahun baru?? Jadi kita mesti happy gitu?. Aduh kayaknya gw dari tadi ngomong gitu-gitu aja muter-muter aja. Ya, kayaknya emang kebanyakan semua orang sedang mengadakan pesta tahun baru. Ada yang main kembang api, petasan, atau terompet. Semua orang lagi pada happy menyambut tahun baru.



Tapi, gw ngerasa ada yang beda tahun ini. Ya, tepatnya pas mau tahun baru ini. Feel gw buat happy kayaknya agak-agak nggak muncul. Ya, mungkin ini karena gw mendapat beberapa sms dari temen-temen SMA gw yang mengatakan “saudara kita di Palestina sedang sengsara. Palestina semakin menyedihkan. 150 syahid, 200 orang luka-luka. Teman, mereka saudara kita teman. Apa yang akan kamu lakukan untuk menolong mereka. Mereka menderita, tertindas, tak diacuhkan. PBB hanya diam mematung tak memberi respon yang terbaik. Bagaimana jika kamu yang berada disana. Setiap hari kamu berada dekat dangan kematian. Apakah kamu masih bisa tertawa dan bersenang-senag diatas penderitaan saudara mu sendiri. Ingat sesama muslim itu bersaudara”. Ya, pokoknya inti dari sms itu ya begitu. Mungkin dulu kalau gw nggak sekolah di SMAN 14 gw bakal bilang “PALESTINA EMANG GW PIKIRIN”. Tapi semenjak gw sekolah di SMAN 14, yang selau up to date akan berita-berita seputar Palestina, pikiran terbuka tentang Palestina. Dan sms seperti diatas banyak banget gw terima dari temen-temen SMA gw. Dan gw juga jadi miris, gw jadi kehilangan nafsu buat huru-hara dimalam tahun baru. Kayaknya it’s not important to me buat ngerayain tahun baru deh.

Sebenernya gw diajak buat ikut aksi solidaritas pelajar dan mahasiswa untuk Palestina hari senin tanggal 29 desember, tapi agaknya badan gw lagi nggak mood buat gitu-gituan. Jadi gw memutuskan buat nggak ikut. Pas gw liat di berita lah ada shabrina (KOA ROHIS), Syifa (KOA divisi pembinaan ROHIS), dan kakak mentor lainnya yang lagi ngelilingin bunderan HI. Pokoknya bersemangat banget deh…huahhhh…keren…

Yah, begitulah agak-agak kurang bersemangat gw menyambut tahun baru kali ini. Lagi pula kata Saniy (temen gw) “lah, kita kan udah tahun baruan kemaren pas 1 muharam”.
Hoh, betul juga dia…
Emang, gw juga nggak mau munafik, gw dulu juga ngerayain tahun baruan dengan petasan segede gaban terus niup terompet. Tapi, sekarang gw udah tau dari kakak mentor gw kalau itu semua kebiasaan orang yahudi! Buat apa menjalankan kebiasaan suatu kaum yang dibenci oleh Allah, yang telah menyakiti saudara kita di Palestina sana. Buat apa? Bukan gw mau sok-sok an beda. Tapi sekali lagi buat apa? Bukannya tahun baru itu menandakan usia dunia yang semakin tua. Terus kalau semakin tua semakin mendekati ajalnya kan ya? Hmm… nggak tau juga deh but it’s my opinion.

So, what do you think friend??